Sosial

Apa Perbedaan Antara Seorang Migran dan Pengungsi?

Migran dan pengungsi hanyalah dua dari banyak istilah yang kami gunakan untuk menggambarkan orang-orang yang mencari rumah baru di negara lain. Kedua istilah ini secara khusus telah menjadi topik hangat di media dan wacana politik karena sejumlah besar orang meninggalkan negara-negara di Afrika dan Timur Tengah untuk prospek yang lebih baik dan lebih aman di Eropa. Tetapi apakah ada perbedaan antara migran dan pengungsi? Dan apakah itu penting?

Perbedaan utama adalah pilihan. Sederhananya, seorang migran adalah seseorang yang memilih untuk pindah, dan seorang pengungsi adalah seseorang yang telah dipaksa keluar dari rumah mereka. Pengungsi, menurut Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), adalah orang-orang yang “melarikan diri dari konflik bersenjata atau penganiayaan” dan “yang pengingkaran suaka memiliki konsekuensi yang berpotensi mematikan.” Pengungsi meninggalkan negara asal mereka karena berbahaya bagi mereka untuk tinggal. Memindahkan para pengungsi bisa berarti menjatuhkan hukuman mati kepada mereka. Mereka sering tiba tanpa barang-barang pribadi mereka, kadang-kadang tanpa perencanaan terlebih dahulu.

Migran, di sisi lain, dapat pindah karena sejumlah alasan. Beberapa dari mereka pindah bersama keluarga atau karena alasan ekonomi. Yang lain pindah untuk pendidikan. Banyak dari mereka kembali ke negara asal setelah beberapa tahun. Mereka sering dapat merencanakan perjalanan mereka sendiri dan membawa atau menjual barang-barang mereka.

Baca:   Mengapa Bioskop Melayani Popcorn?

Apakah ini berarti bahwa semua migran bergerak dari situasi yang baik ke situasi yang lebih baik? Sayangnya tidak ada. Banyak orang bermigrasi karena rumah mereka menjadi berbahaya atau sulit untuk ditinggali. Mereka mungkin melarikan diri dari kerusuhan, kelaparan, kekeringan, atau keruntuhan ekonomi. Tetapi kecuali mereka dalam bahaya konflik atau penganiayaan, mereka tidak dianggap sebagai pengungsi.

Perbedaan ini penting, karena konvensi internasional pada tahun 1951 menguraikan hak-hak tertentu untuk orang yang dianggap sebagai pengungsi, sedangkan migran tidak memiliki hak seperti itu. Pengungsi dilindungi dari dideportasi atau dikembalikan ke situasi yang dapat mengancam kehidupan mereka. Mereka harus diberikan akses ke layanan sosial dan untuk diintegrasikan ke dalam masyarakat negara baru mereka. Para migran tunduk pada hukum dan prosedur imigrasi suatu negara dan dapat ditolak atau dideportasi kembali ke tanah air mereka.

Arief C
Blogging is not only about posting. It is about your heart who took part in every post that you type.

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Sosial