Sains

Bagaimana Tornado terbentuk?

Tornado rata-rata — angin topan yang sebagian besar tidak berbahaya yang menghubungkan awan badai di atas dan permukaan bumi di bawahnya — memiliki masa hidup hanya beberapa menit. Namun, ketika mereka menjauh dari rata-rata, tornado dianggap beberapa peristiwa cuaca paling merusak di dunia.

Tornado terliar dapat bertahan selama berjam-jam dan berdiameter mil, mencapai kecepatan hingga 300 mil (480 km) per jam. Untuk bersiap menghadapi angin kencang yang kuat ini, para ahli meteorologi (ilmuwan yang mempelajari pola cuaca atmosfer) telah menghabiskan waktu puluhan tahun untuk menyelidiki penyebab tornado.

Sementara kondisi yang tepat berbeda untuk masing-masing, untuk memahami bagaimana tornado terbentuk, pertama-tama kita harus memahami badai yang pada dasarnya adalah induknya — badai supercell.

Supercell, tidak seperti badai petir biasa, mengandung bahan yang paling penting dalam pembuatan tornado: kolom udara yang berputar di pusatnya, yang disebut pusaran. Saat superkel tumbuh dalam ukuran, pusaran di tengah akan mulai miring, menyedot udara hangat dan uap air ke atas dan memuntahkan udara kering yang dingin ke tanah.

Pembaruan udara hangat menyebabkan pusaran membengkak dengan uap air, menciptakan awan corong spiral di tengahnya — tanda pertama yang terlihat bahwa tornado sedang diseduh. Aliran udara dingin kemudian melawan spiral ke atas, menyalurkan awan ke area yang lebih kecil dan meningkatkan kecepatannya.

Baca:   Berapa Berat Atmosfer Bumi?

Dengan tekanan dan berat yang cukup dari downdraft udara dingin, awan corong yang mempercepat dipaksa untuk mendarat di tanah, dan tornado secara resmi lahir.

Dengan memahami tanda-tanda tornado dalam pembuatannya, para ahli meteorologi dapat mengeluarkan peringatan dan sinyal ke daerah-daerah yang mungkin segera menjadi sedikit terlalu akrab dengannya. Sistem pengawasan cuaca seperti radar Doppler menggunakan teknologi yang mirip dengan ekolokasi yang memantulkan getaran uap air di udara untuk merekam kecepatan dan pergerakan badai.

Sistem-sistem ini memungkinkan para ilmuwan untuk mendeteksi gelombang spiral badai supercell jauh sebelum awan saluran pernah terlihat.

Arief C
Blogging is not only about posting. It is about your heart who took part in every post that you type.

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

More in Sains